14
Jun

Tuhan sudah mati

mungkin ini sebagai ketikan gak penting atau lebih tepatnya kurang ajar yang pernah saia ketik, ya semenjak om brother agus noor menulis Manchester United vs Tuhan, saia yang geblek dan goblok inih cenderung tidak bisa tidur, tidak bergairah kepada sesama jenis, tidak mau diajak nobar serta tidak mau diajak judi bola dan ngangkring!!!. Ketikan ini semata-mata lebih kepada pemuasan hasrat argumen yang melimpah ruah bergairah saia tentang itu..

tanya gue..

apakah benar permasalahan seperti ini???
*mana masalahnya de? dudulz*

emmm i mean penemuan Tuhan ituh bisa dipecahkan dengan rumus 5W1H gak sie?
*setahu saya waktu pelajaran bahasa indonesia di smu* itu loh rumus yang digunain para wartawan untuk mencari berita…

trus…???

apakah anda-anda bisa dan one hundred percent menemukan jawaban atau hanya mendapatkan sekedar pernyataan dogmatis dan absolut yang tak bisa dibantah?

absolut…???

Absolut itu artinya keberadaanya mutlak bukannya relatif

bener ndak kata-kata yang tak cetak tebal tadih?
terus apa yang anda pikirkan tentang gagasan, istilah “Tuhan” yang katanya sie merujuk pada segala sesuatu yang dianggap mutlak kebenarannya. Jadi, di dalam hal ini ilmu pengetahuan (sains) bisa saja di-”Tuhan”-kan oleh manusia. Sedang Nietzsche berpendapat tiada “Kebenaran Mutlak”; yang ada hanyalah “Kesalahan yang tak-terbantahkan”. Karenanya, dia berkata, “Gott ist tot

Tuhan sudah mati! Tuhan tetap mati!


opo meneh iki…???

Tuhan sudah mati. Tuhan tetap mati. Dan kita telah membunuhnya. Bagaimanakah kita, pembunuh dari semua pembunuh, menghibur diri kita sendiri? Yang paling suci dan paling perkasa dari semua yang pernah dimiliki dunia telah berdarah hingga mati di ujung pisau kita sendiri. Siapakah yang akan menyapukan darahnya dari kita? Dengan air apakah kita dapat menyucikan diri kita? Pesta-pesta penebusan apakah, permainan-permainan suci apakah yang perlu kita ciptakan? Bukankah kebesaran dari perbuatan ini terlalu besar bagi kita? Tidakkah seharusnya kita sendiri menjadi tuhan-tuhan semata-mata supaya layak akan hal itu [pembunuhan Tuhan]?
Nietzsche, Die fröhliche Wissenschaft, seksi 125

sepengetahuan saiah banyak orang mungkin lebih senang berpikir bahwa menemukan, bertemu dengan Tuhan harus melalui media yang sudah menjadi tempat yang pasti untuk beribadah, menemukan dan berkomunikasi dengan Tuhan.mungkin juga banyak orang lebih enak berpikir bahwa tempat kita menemukan dan menyapa Tuhan harus di tempat yang suci…benarkah begitu?

yang sebenarnya perlu disadari adalah bahwa Tuhan dengan kemutlakannya tentunya tidak terikat oleh tempat dan waktu. baginya tidak dipengaruhi yang dulu atau yang akan datang. Tuhan tidak memerlukan tempat, sehingga pertanyaan tentang dimana Tuhan hanya akan membatasi kekuasaanya. Maka baginya tidak ada kapan lahir atau kapan mati.

oke thats the point..
jadi siapakah penemu Tuhan sebenarnya?

ps. no offense.

11
Jun

Sekilas, Selintas, Sepintas

Sekilas, Selintas, Sepintas
Percakapan Antara Dia dan Gue…

Dia:
“Bukankah masih ada bintang yang bersinar di langit malam ini?”
katamu membisik merdu…
sejurus kemudian
“bagaimana? sudah kau temukan bintang yang berserakan di langit?
atau kau hanya menyia-nyiakan Google Earth yang sudah kamu install di powerbook titanium mu ituh? sadar…jangan hanya untuk kau mengintip bikini di pantai kuta bali atau sekedar mengumpulkan cerita roman stensilan jaman jepang yang basi…”

Gue:
“ah kau ini, jangan pernah kau bahas lagi masalah bintang, aku sudah muak dengan ide star wars, star trex, star dut atau yang berbau star star basi lainya…males dan japriii…sudah sudah..dengarkan gue duluh,,apakah elu selama ini pernah merasa dikhianati, kemudian merasa diacuhkan dan ditinggal pergi atau elu merasa setahun perjumpaan bukanlah suatu hal yang patut dihargai…bagaimana? tak apa khan klo gue balik bertanya sebelum gue menjawab tanya lu?”

Dia:
“Emmm Emmm, coba tanya mbah google dech…”

Gue:
“Boljug..yaudah mumpung ada koneksi wifi, nie gue bukain mbah google

Dia:
“Emmm Emmm, ini bukan masalah selai kacang itu khan?”

Pada Layar Mozilla Firefox muncul…

Urutan 1 - 22 dari sekitar 883,000 hasil penelusuran untuk intext:”rasa”. (0.26 detik)

Rasa itu…

- 10 Organisasi Unjuk Rasa Tuntut Pembubaran FPI
- Ia rasa ia terlanjur menyesap adrenalin dalam darahku
- Jakarta Disesaki Unjuk Rasa
- Menafikkan Rasa Rindu yang Terbuncah Dalam Hari
- Unjuk Rasa Warnai Sidang Paripurna
- Memiliki Dirimu adalah Kesejukan Karsa dan Rasa Kepedihan Jauh dari Tuhan
- Pt.ap.i.mogok.bem.unjuk.rasa
- Mengaitkan Rasa Benci Dalam Hati Yang Sulit Dipungkiri
- Menu Lokal Cita Rasa Eropa
- Iya, Aku Memang Kangen Dengan Rasa Romansa Yang Melanda
- Rasa Selai Kacang Itu…
- Sejumput Atau Mungkin Secuil Keterpenggalan Rasa
- Jadi Lagu Malaysia, Lagu ‘Rasa Sayang Sayange’ Heboh
- Yang Kemudian Mengalir Pelan Dan Memaksa Semuanya Rasa Romansa
- Tips Sederhana Membangun Rasa Percaya Diri
- Jangan Salahkan Rasa ini sayang…
- Presiden.investor.kks.harus.berbagi.rasa
- Bila Rasa Sepi Serasa Mengalir Membanjiri Pintu Kamarku
- Kala Manusia Bicara Rasa
- Iya Sayang..Inilah Rasa Yang Harus Secepatnya Aku Ungkapkan
- Mengatasi Rasa Kantuk
- Mengertilah Dirimu, Ternyata Sulit Sekali Mengatasi Rasa Jatuh Cinta dan Memuja Pada Dirimu

Ps. Jangan Salahkan Rasa Itu

11
Jun

kangen

aku lagi kangen suatu rasa
entah mungkin itu romansa

24
May

simpang layu

kabar para jenggala
menyundut sepi dalam imaji
silsilah para katak
dari selasar rambut yang berdetak

disimpang layu ia merayu
selayak ular berdesis serupa sepi
meracau sedan dalam membisik
pertaka kelam yang menghanyutkan

24
May

halo

halo…
perlahan aku menyapamu
ini memang bukan pertama kali kita bertemu

kemudian ungkapan yang basi meluncur dan bertanya
“aku perlu jatuh cinta lagi untuk sekedar berbagi,
perlu bersekutu bersama bintang, dan memuja matahari”

mengenang, mengecap serupa gula dalam bibirmu
keperakan senja yang tersimpan didadamu
yang serupa dirimu,,dulu

halo…
seperti tanpa lalu aku memelukmu
attar ishytar cinta yang bercahaya
sewindu yang menjadi kerak bumi

menyesap, mengecap serupa madu dalam alismu
tebaran warna jingga yang mengalun sepanjang hulu

soundtrack puisi ini…

Bryan Adams - Let’s Make A Night To Remember
Blink 182 - I Miss You
Madonna - Frozen
Savage Garden - Truly Madly Deeply
Aerosmith - I Don’t Want To Miss A Thing